Pada hari Selasa s.d Jumat (07/03 s.d 10/03), keluarga besar SMP IT Harapan Ummat Purbalingga khususnya santri kelas 8  melakukan kegiatan rihlah ‘Goes to Jakarta Bandung’. Pada hari Sabtu (11/03), keluarga besar SMP IT Harapan Ummat Purbalingga khususnya santri kelas 9  melakukan kegiatan rihlah ‘Goes to Jogja’. Kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah kami setiap tahunnya. Istilah rihlah memiliki makna yang sama dengan study tour. Artinya, perjalanan santri dalam rangka belajar; berinteraksi langsung dengan lingkungan untuk menambah wawasan serta pengalaman baru.

Kegiatan rihlah ini diharapkan dapat menjadi ajang refreshing/hiburan di tengah kepenatan sekolah agar santri bisa selalu bersemangat dalam belajar. Namun, bukan hanya rekreasi semata, kegiatan rihlah tentu harus memiliki tujuan pendidikan yang bermakna.

Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu kota yang memiliki beragam jenis tempat wisata. Mulai dari wisata edukasi, sejarah, budaya, kuliner dan pusat oleh-oleh. Terlebih Yoyakarta dikenal sebagai kota Pelajar.

Panitia penyelenggara  merumuskan fungsi dan tujuan SMP IT Harapan Ummat Purbalingga sebagai berikut.

 

  1. Melatih kemandirian dan kedisiplinan

Bepergian jauh hanya dengan teman dan guru bagi sebagian anak tentu bukan hal yang mudah. Namun, momen study tour membuat anak berusaha untuk sementara  tidak bergantung  kepada orang tuanya, menangani kebutuhannya sendiri, menjaga barang bawaan hingga mengatur uang jajannya. Dan saat anak dituntut untuk mengikuti seluruh rangkaian acara secara teratur  adalah suatu latihan kedisiplinan.

  1. Membentuk keberanian dan kejujuran

Keberanian  dapat terasah saat mereka menggunakan fasilitas umum tanpa diantar guru, misalnya. Hanya menerima apa yang menjadi haknya dan mengindari tindakan merugikan orang lain saat pembagian makanan/snack hingga tiket wahana permainan adalah kepribadian baik yang bisa ditanamkan pada santri dalam kegiatan study tour.

  1. Mengajarkan untuk bekerja sama dalam tim

Dalam seluruh rangkaian kegiatan santri dituntut untuk selalu berkelompok/tidak berpencar agar tidak tersesat. Mereka juga harus saling membantu teman dalam hal apapun dan berenang-senang bersama. Tentu kita sudah sering mendengar bahwa kemampuan bekerja sama seperti ini merupakan soft skill yang sangat bermanfaat di kehidupan nyata, sehingga perlu ditanamkan dengan baik pada anak-anak.

  1. Mendapatkan pengalaman dan wawasan baru

Mengunjungi tempat baru dan mengamati lingkungan di sekitarnya dapat menjadi wawasan baru yang bermanfaat bagi santri. Terutama bila di akhir kegiatan santri diajak untuk melakukan refleksi, yakni diminta memberikan umpan balik baik secara lisan maupun tertulis kepada gurunya. Misal santri diajak merenungkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di tempat umum; dituntun untuk menemukan apa manfaat dari sikap berani, jujur, dsb.

Itulah empat hal yang bisa dijadikan pembelajaran dalam kegiatan rihlah  atau study tour di sekolah. Penting bagi penyelenggara untuk menetapkan tujuan-tujuan ini agar kegiatan  study tour dapat menjadi kegiatan yang bermakna, bukan sekedar hura-hura atau perjalanan minim manfaat.