Menemukan Rumah Kedua di SMPIT Harum Purbalingga
Sepekan Hangat dalam Pelukan Mastasa (Masa Taaruf Siswa)


Suara gelak tawa pecah di halaman SMPIT Harapan Ummat Purbalingga. Di bawah naungan langit pagi yang cerah, beberapa siswa kelas 7 tampak ragu-ragu melangkah. Namun, rasa canggung itu tak bertahan lama. Sapaan hangat dan senyum ramah dari para kakak kelas 8 dan 9 segera mencairkan suasana, menyambut mereka dalam sebuah perjalanan baru bernama Masa Taaruf Siswa (Mastasa).
Bagi keluarga besar SMPIT Harum Purbalingga, Mastasa yang digelar selama sepekan penuh ini bukan sekadar agenda rutin tahunan atau formalitas penyambutan murid baru. Lebih dari itu, ini adalah momen merajut ikatan, tempat di mana benih-benih ukhuwah islamiyah mulai disemai.
Melebur Canggung, Merajut Kebersamaan


Hari-hari pertama sekolah sering kali diwarnai rasa debar dan asing. Untuk itulah, rangkaian acara Mastasa dirancang tidak hanya edukatif, tetapi juga sarat dengan kehangatan.
Selama satu minggu, para siswa diajak menyelami lingkungan sekolah dengan cara yang menyenangkan. Tidak ada sekat tebal antara murid baru dan murid lama. Dalam sesi games dinamika kelompok, siswa kelas 7, 8, dan 9 melebur menjadi satu. Mereka tertawa bersama, menyelesaikan tantangan kelompok, dan belajar saling melengkapi. Dari sinilah nilai-nilai kepemimpinan, kepedulian, dan rasa saling menjaga antar-angkatan tumbuh secara alami.
Menancapkan Pondasi Karakter dan Al-Qur’an

Di balik keseruan aktivitas fisiknya, Mastasa tetap menjaga ruh utamanya sebagai sekolah Islam terpadu. Para siswa diajak untuk lebih dekat dengan budaya Islami yang menjadi napas harian di SMPIT Harum Purbalingga.
Sesi matrikulasi dan pengenalan program tahfizh menjadi salah satu momen paling berkesan. Dengan pendekatan yang persuasif dan membimbing, para siswa diajak untuk mencintai Al-Qur’an sejak hari pertama. Tak lupa, pembekalan motivasi juga diberikan untuk memantik cita-cita dan mengenali potensi diri setiap anak.
Awal dari Sebuah Perjalanan Panjang


Pekan Mastasa boleh saja usai, tetapi jejak kehangatannya akan terus berbekas. Ketika bell sekolah berbunyi menandakan dimulainya kegiatan belajar mengajar yang efektif, tak ada lagi wajah-wajah asing di koridor sekolah. Yang ada hanyalah deretan senyum yang saling menyapa dan bahu-bahu yang siap saling menopang.
Melalui Mastasa, SMPIT Harapan Ummat Purbalingga tidak hanya menyambut murid baru, tetapi sedang membimbing sebuah keluarga besar untuk tumbuh bersama dalam kebaikan, prestasi, dan akhlak mulia. Selamat datang di rumah kedua, para generasi penerus bangsa!
Barakallahfikum..

