Purbalingga, Rabu 11 Maret 2026

Suasana sore di lingkungan SMPIT Harapan Ummat Purbalingga tampak berbeda dari biasanya. Sore ini para siswa kelas fullday berkumpul dengan wajah penuh semangat. Hari itu mereka tidak pulang seperti hari-hari biasa. Mereka bersiap mengikuti kegiatan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa)—sebuah malam pembinaan yang sarat makna dalam rangka menghidupkan sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H.

Kegiatan bertajuk “Pembinaan dan Refleksi Taqwa dan Amal” ini menjadi MABIT pertama bagi kelas fullday tahun ini. Tidak sekadar bermalam di sekolah, kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran spiritual, sekaligus malam keakraban yang mempererat ukhuwah di antara para siswa.

Sejak Rabu sore, para siswa mulai berdatangan ke area sekolah. Kegiatan diawali dengan buka puasa bersama yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Canda ringan dan senyum para siswa menambah suasana akrab yang terasa begitu hidup. Selepas berbuka, langkah-langkah kecil para siswa kemudian menuju Masjid Aisyah untuk menunaikan salat Maghrib, Isya, dan Tarawih berjamaah. Malam itu masjid dipenuhi lantunan doa dan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menggema, menghadirkan ketenangan yang mendalam di hati setiap peserta.

Dalam sambutannya, Misyono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan pesan yang mengingatkan makna sejati dari ibadah puasa.

“Puasa bukan hanya menahan makan, minum, dan dahaga saja. Melainkan dengan berpuasa kita dilatih untuk menahan diri, sekaligus menjadikannya momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak ibadah di bulan Ramadan.”

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. Memasuki sesi berikutnya, para siswa mengikuti materi Refleksi Diri yang disampaikan oleh Ustadzah Salma Nur Aisyah dan Ustadzah Atqiya Permata Muawanah. Dalam suasana yang lebih hening dan penuh perenungan, para siswa diajak untuk menengok kembali perjalanan diri mereka—tentang ibadah, sikap, hingga cita-cita menjadi pribadi yang lebih baik.

Antusiasme terlihat jelas dari para siswa. Beberapa tampak larut dalam perenungan, sementara yang lain aktif berbagi pemikiran dan pengalaman. Sesi ini menjadi salah satu bagian paling berkesan dari rangkaian kegiatan malam itu. Selepas rangkaian materi, para siswa beristirahat di kelas yang telah disiapkan. Namun malam MABIT tidak berhenti di sana. Beberapa siswa masih terlihat membaca Al-Qur’an, berdiskusi ringan dengan teman, atau sekadar menikmati suasana malam Ramadan yang terasa begitu syahdu.

Melalui MABIT ini, SMPIT Harapan Ummat Purbalingga tidak hanya menghadirkan pengalaman bermalam di sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual yang kuat. Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, para siswa diajak untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, memperbaiki diri, dan menumbuhkan cinta kepada ibadah.

Di tengah heningnya malam Ramadan, MABIT menjadi lebih dari sekadar kegiatan sekolah. Ia menjadi ruang tumbuh—tempat para siswa belajar mengenal diri, memperkuat iman, dan menapaki jalan menuju pribadi yang lebih baik.

Barakallahufiikum..