Semangat Santri Harum Mengukir Prestasi dalam Ajang Starlight

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

“Allahumma shayyiban nafi’an.” 
Artinya:
“Ya Allah, curahkanlah air hujan yang bermanfaat”

Do’a yang kami panjatkan ketika sedang berlatih untuk persiapan lomba Starlight yang diadakan oleh SMPIT Ihsanul Fikri Mungkid.
Berdo’a semoga turunnya hujan membawa keberkahan dan manfaat juga untuk kami.

Hujan deras kali ini tidak menyurutkan semangat kami untuk berlatih dan terus berusaha mengharumkan nama SMPIT Harapan Ummat Purbalingga dalam event tersebut. Dimanapun dan kapanpun kami berusaha untuk memanfaatkan kesempatan untuk berlatih secara rutin. Waktu yang singkat, perlengkapan yang sederhana, dan tempat yang seadanya kami sulap untuk bisa menghasilkan karya yang terbaik. Semangat kami lebih besar dari keterbatasan kami.

Hari ini Sabtu 27 November 2021 meskipun suasana hujan, tapi membawa kebahagiaan tersendiri untuk keluarga besar SMPIT – PPTQ Harapan Ummat Purbalingga. Saat diumumkannya juara lomba di event Starlight. Alhamdulillah 3 santri SMPIT – PPTQ Harapan Ummat Purbalingga meraih juara pada 3 perlombaan sekaligus, antara lain:
1. Ananda Safa Pamela Atsilah juara 2 pada lomba Pidato Bahasa Indonesia.
2. Ananda Kinar Kania Kautsarani juara 2 pada lomba Story Telling.
3. Ananda Aurelia Adharca Putri Kinanthi juara 3 pada lomba Poster Digital.

“Kejuaran ini kami persembahkan untuk ustadz dan ustadzah semua di Hari Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November 2021 kemarin. Berkat bimbingan ustadz dan ustadzah, kami mampu meraih semua ini.”, tutur Shafa selaku juara Pidato.

“Kejuaran ini juga sebagai pembuktian kepada teman-teman di luar bahwa di dalam Pesantren kami masih bisa tetap berkarya dan berprestasi.”, tambah Aurelia.

Keterbatasan tidak menghalangi langkah mereka untuk mengukir prestasi.
Yang mereka lakukan adalah ibadah. Sesuai dengan kata sambutan yang diberikan oleh Kepala Sekolah SMP IT Ihsanul Fikri yaitu Drs. Khanifudin Zuhri, “Semua akan menjadi ibadah ketika dikerjakan dengan ikhlas, bertujuan untuk kebaikan, dan karyanya bermanfaat. Mengolah lisan dan tulisan dari yang sederhana menjadi karya luar biasa.”

“Alhamdulilah dengan restu dan bimbingan orang tua serta ustadz dan ustadzah, kami bisa lebih mengharumkan nama SMPIT Harapan Ummat Purbalingga. Jazakumullahu khairan katsir untuk semuanya, tanpa kalian, kami tidak akan bisa mengharumkan nama sekolah tercinta ini di luaran sana.”, tutur Kinar selaku pemenang lomba Story Telling.

Dibalik kehebatan santri ini ada orang tua yang senantiasa merestui langkahnya, ada ustadz dan ustadzah yang gigih melatih dan ada tim yang begitu solid.

Bagi teman-teman yang belum menjadi juara, kalian tidak boleh berkecil hati. Kalian tetap menjadi juara di hati kami. Kalian terbaik di antara paling baik. Apalah arti juara dan piala, karena juara sesungguhnya adalah mereka yang pernah gagal dan masih mau berusaha lagi. Juara sesungguhnya adalah mereka yang mampu belajar dari kegagalan sebelumnya. Bukan gagal, tetapi waktunya saja yang belum tepat.

Seperti dalam QS. Ar Ra’d ayat 11 yang isinya

لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ

“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

Allah SWT akan merubah suatu kaum ketika kita ingin berusaha. Mungkin besok, atau lusa giliran kamu yang akan menjadi juaranya asal mau berusaha dan jangan menyerah. (kfs)

Add a Comment

Your email address will not be published.