Merajut Kebersamaan dan Inspirasi di SMPIT Harapan Ummat Purbalingga
Purbalingga, 18 Juli 2025
Jumat Asyik, Sekolah Bersih
Jumat pagi di SMPIT Harapan Ummat Purbalingga punya cerita istimewa. Bukan hanya sibuk belajar di kelas, tapi semua santri kompak pegang sapu, pel, dan alat kebersihan lainnya. Inilah Jumat Bersih, kegiatan rutin yang jadi andalan buat bikin sekolah kinclong sekaligus menanamkan kebiasaan baik sejak dini.


Begitu bel masuk berbunyi, semangat gotong royong langsung tumpah ruah. Santri-santri dari kelas 7 sampai 9 langsung bergerak lincah. Ada yang sibuk menyapu kelas, merapikan meja kursi, sampai membersihkan lorong-lorong dan halaman sekolah. Area mushola dan kantin pun tak luput dari perhatian, dibikin rapi dan wangi.

Jumat Bersih ini lebih dari sekadar bersih-bersih biasa, lho. Ini semacam “sekolah” mini buat belajar banyak hal penting. Para santri jadi tahu kalau kebersihan itu tanggung jawab kita bareng, bukan cuma tugas petugas kebersihan. Setiap sampah yang dipungut, setiap sudut yang dibersihkan, itu bukti kalau mereka peduli sama lingkungan sekolah. Di tengah kesibukan bersih-bersih, suasana justru makin asyik. Tawa renyah dan candaan ringan sering terdengar. Inilah momen di mana adik kelas dan kakak kelas bisa ngobrol santai sambil kerja bareng. Kebersamaan jadi makin erat, semua kompak, enggak ada lagi jarak.
BPI Akbar: Inspirasi dari Jejak Alumni
Setelah berjibaku dengan debu dan sampah, hasilnya langsung kelihatan. SMPIT Harapan Ummat Purbalingga jadi makin cantik, bersih, dan segar. Udara pun terasa lebih enteng, pandangan lebih lega, dan suasana belajar jadi makin nyaman. Tapi, Jumat tidak berhenti di situ. Hari istimewa ini dilanjutkan dengan Bina Pribadi Islam (BPI) Akbar, sebuah agenda yang selalu dinanti.


Kali ini, suasana BPI Akbar terasa lebih spesial karena kehadiran seorang alumni, Kak Ghozy. Dulu, Kak Ghozy adalah mantan ketua BEST di angkatannya. Dengan senyum ramah, Kak Ghozy berbagi banyak cerita dan pengalamannya saat masih menjadi santri di SMPIT Harapan Ummat. Ia menceritakan bagaimana prosesnya belajar berorganisasi, menghadapi tantangan, hingga meraih berbagai pencapaian. Kisah-kisah yang disampaikan begitu inspiratif, membuat para santri menyimak dengan saksama. Kak Ghozy menekankan pentingnya disiplin, semangat pantang menyerah, dan bagaimana nilai-nilai Islam yang diajarkan di sekolah bisa menjadi bekal berharga untuk masa depan.

BPI Akbar dengan kehadiran Kak Ghozy ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga memotivasi para santri. Mereka bisa melihat langsung bukti nyata bahwa alumni SMPIT Harapan Ummat bisa sukses dan memberikan dampak positif. Jumat yang bertajuk kebersihan dan inspirasi ini menjadi kombinasi sempurna yang tak hanya membentuk fisik santri menjadi lebih sehat, tetapi juga mental dan spiritual mereka.
Tradisi Jumat Bertema ini adalah bukti komitmen SMPIT Harapan Ummat Purbalingga untuk melahirkan santri-santri yang enggak cuma pintar ilmu agama dan umum, tapi juga peduli lingkungan, punya budi pekerti yang baik, dan berjiwa kepemimpinan yang terinspirasi dari para pendahulunya. Sebuah hari Jumat yang penuh berkah dan manfaat!
Barakallahfikum..